KEMAJUAN IPTEK DAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0 TERHADAP ILMU BIOLOGI

KEMAJUAN IPTEK DAN REVOLUSI INDUSTRI 4.0 TERHADAP ILMU BIOLOGI

Manusia selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya  sehari-hari. Seiring berkembangnya zaman membuat manusia dari waktu ke waktu terus berusaha mengembangkan diri untuk dapat melampaui batas yang ada guna membuat kehidupan yang lebih nyaman. Pada zaman yang serba cepat seperti sekarang ini pekerjaan dapat dilakukan dengam mudah, praktis, efektif dan efisien berkat adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) . Kemajuan teknologi merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam perjalan peradaban manusia karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Melalui kemudahan-kemudahan yang ditawarkannya (Ngafifi, 2014)

Saat ini peradaban diseluruh dunia telah memasuki babak baru perkembangan peradaban melalui perubahan teknologi yang pesat sehingga disebut telah memasuki revolusi industri 4.0. Revolusi 4.0  industri berartiselama sejahrah peradaban di dunia telah terjadi empat kali perubahan besar yang dimulai sejak revolusi industri pertama pada tahun 1784 silam yang ditandai dengan mulai beroperasinya mesin uap menggantikan tenaga manusia. Revolusi yang kedua terjadi pada akhir abad ke-19 di mana mesin-mesin produksi yang ditenagai oleh listrik digunakan untuk kegiatan produksi secara masal. Penggunaan teknologi komputer untuk otomasi manufaktur mulai tahun 1970 menjadi tanda revolusi industri ketiga. Saat ini, perkembangan yang pesat dari teknologi sensor, interkoneksi, dan analisis data memunculkan gagasan untuk mengintegrasikan seluruh teknologi tersebut ke dalam berbagai bidang industri. Gagasan inilah yang menjadi dasar terbitnya revolusi industri 4.0 dengan ciri High-Tech Technology yang berbasis pada kecerdasan buatan dan penggunaan internet dalam segala hal (Prasetyo & Sutopo, 2018)

Revolusi industri 4.0 tidak hanya mempengaruhi perkembang teknologi komunikasi namun menjalar keseluruh aspek kehidupan manusia termasuk ilmu pengetahuan m. Salah satu perubahan pesat yang terjadi akibat revolusi industri 4.0 bagi ilmu pengetahuan seperti ilmu makhluk hidup (Biologi). Aplikasi perkembangan IPTEK dalam bidang biologi masa kini bisa dipraktikaj dalam bidang biologi molekuler. Adanya kemudahan “Internet of Things” dapat membuat riset mengenai keanekaragaman genetik, proses seleksi dan budidaya plasma nutfah secara efisien. Dalam aplikasinya Genetika Molekular memiliki posisi yang penting dalam menentukan keragaman dan kekayaan sumberdaya hayati. Selain itu kemudahan perolehan data membuat berbagai informasi biologi dapat dihimpun dalam satu akses khusus yang disebut big data. Big Data merupakan istilah untuk kumpulan informasi dalam bentuk data dengan ukuran yang besar (banyak) dan isi yang kompleks. Kompleksitas kuatan materi dalam Big data membuat data-data ini sulit untuk diprosws dengan pengelolaan data base yang konvensional. Namun karena adana perkembangan teknologi yang pesat seperti sekarang, menghimpun dan mengakses data yang sangat kompleks sekalipun menjadi sangat mudah (Maryanto, 2017). Melalui kemudahan akses ini para peneliti, pelajar, maupun masyarakat umum dimudahkan dalam perolehan informasi biologi terbaru yang akurat.

DAFTAR PUSTAKA

Maryanto, B. (2017). Big Data dan Pemanfaatannya dalam Berbagai Sektor. Media Informatika.

Ngafifi, M. (2014). KEMAJUAN TEKNOLOGI DAN POLA HIDUP MANUSIA DALAM PERSPEKTIF SOSIAL BUDAYA. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi Dan Aplikasi. https://doi.org/10.21831/jppfa.v2i1.2616

Prasetyo, H., & Sutopo, W. (2018). INDUSTRI 4.0: TELAAH KLASIFIKASI ASPEK DAN ARAH PERKEMBANGAN RISET. J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri. https://doi.org/10.14710/jati.13.1.17-26

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERAGAMAN DAN KESEDERAJATAN: Kita Beragam, Kita Sederajat