KEBUDAYAAN SEBAGAI ALAT MEMBANGUN KESEJAHTERAAN

KEBUDAYAAN SEBAGAI ALAT MEMBANGUN KESEJAHTERAAN



A.   
Pengertian Kebudayaan

Kehidupan manusia sepanjang sejarah tidak dapat dipisahkan dari kebiasaan atau tata cara hidup yang mengakar dan diwariskan dari waktu ke waktu melintasi generasi sehingga akhirnya kebiasan tersebut menjadi suatu budaya. Arti Kebudayaan sendiri merupakan keseluruhan dari pengetahuan, keyakinan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan semua kemampuan dan kebiasaan yang lain yang diperoleh oleh seseorang sebagai Anggota masyarakat. Kebudayaan memiliki beberapa wujud yang meliputi:

1. Wujud kebudayaan sebagai ide, gagasan, nilai, atau norma

2. Wujud kebudayaan sebagai aktifitas atau pola tindakan manusia dalam

3. Wujud masyarakat sebagai benda-benda hasil kebudayaan. (Prayogi & Danial, 2016) Benda-benda ini meliputi karya seni hasil ciptaan atau tindakan manusia seperti tarian, alat musik tradisional, baju adat dan sebagainya

Adanya pengaruh kebudayaan terhadap kehidupan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara tidak dapat dipungkiri. Keberagaman kebudayaan yang ada tidak dapat dibendung, dihalangi atau tidak diakui oleh negara. Indonesia memiliki kelimpahan budaya yang beragam dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Keberagaman budaya ini merupakan salah satu aset bangsa yang sangat berharga. Keberagaman ini dapat menjadi modal dasar pembangunan Indonesia dalam mempercepat usaha pembangunan nasional. Hal ini bukan tidak mungkin karna nyatanya di kawasan Asia telah terlebih dahulu terdapat negara maju yang mampu mengelola dan menjunjung tinggi kebudayaan serta keberagaman masyarakatnya seperti Jepang, China, dan Korea Selatan. Negara-negara tersebut yang dianggap telah berhasil melakukan akselerasi pembangunan sosial ekonomi berbasis kebudayaan dengan melakukan kapitalisasi atas nilai-nilai kebudayaan melalui proses modernisasi. Mengacu pada ketiga negara tersebut, Indonesia juga dapat melakukan akselerasi pembangunan kebudayaan (zuriatina, 2020). Namun disisi lain jika kebudayaan tidak dapat diolah dan diatur dengan baik justru akan mendatangkan kehancuran akibat adanya sikap-sikap intoleransi, pengaruh penyerapan budaya asing tertentu yang buruk dan keberagaman yang tinggi membuat negara rentan terhadap perpecahan dan pertikaian antar budaya. Jika hal ini dibiarkan dan terus menjadi penghalang bagi suatu negara pastilah pembangunan tidak akan berjalan dan keberagaman budaya hanya menjadi bomerang bagi negata itu sendiri.

B. Bagaimana kebudayaan dapat menciptakan masyarakat yang sejahtera?

Pada dasarnya proses pembangun suatu negara sejak awal berdirinya hingga menjadi negara yang besar merupakan hasil dari suatu kebudayaan. Secara implisit atau eksplisit, nilai-nilai budaya merepresentasikan ide abstrak tentang suatu barang, hak, dan keinginan dalam masyarakat. Nilai-nilai budaya ini (seperti kebebasan, kesejahteraan, keamanan) yang menjadi dasar bagi norma-norma khusus yang menunjukkan apa yang cocok pada situasi yang beragam. Hasil dari suatu kebudayaan ini juga mengatur berbagai aturan tertulis maupun tidak tertulis atau meinali arah dan tujuan yang benar  atau tidak henar dilakukan. Kebudayaan dilahirkan dari berbagai lembaga sosial (seperti sistem keluarga, pendidikan, ekonomi, politik, agama), yang akan menghasilkan suatu produk yang menentukan kondisi kegidupan bermasyarakat di wilayah tersebut. Sebagai contoh dalam masyarakat yang menilai pentingnya ambisi dan keberhasilan individu, organisasi ekonomi dan sistem hukumnya menjadi lebih kompetitif. Namun Sebaliknya, sebuah budaya yang menekankan pada kesejahteraan kelompok diekspresikan dalam sistem hukum dan ekonomi yang lebih kooperatif dan bisa bekerjasama satu sama lain (Asmin, 2018)

Kebudayaan tidak hanya mempengaruhi kehidupan masyarakat pada tingkat makro, namun pada lingkup yang lebih kecil budaya yang baik akan memberi dampak positif bagi masyarakat yang hidup diwilayah tersebut, seperti misalnya adanya kerukunan dan kerjasama dalam anggota masyarakat akan memberikan dampak yang besar juga bagi kesejahteraan. Misalnya suatu lingkungan masyarakat (desa, Rt atau RW) senang bekerjasama melalui kegiatan gotong royong, musyawarah, atau sekedar gemar menyapa dan membantu tetangga yang kesulitan tentu lama-kelamaan akan diwarisi dan hidup ditengah masyarakat. Tindakan semacam ini secara terus menerus akan menciptakan lingkunganasyarakat yang sejahtera.

DAFTAR PUSTAKA

Asmin, F. (2018). Budaya dan Pembangunan Ekonomi: Sebuah Kajian terhadap Artikel Chavoshbashi dan Kawan-Kawan. Jurnal Studi Komunikasi (Indonesian Journal of Communications Studies). https://doi.org/10.25139/jsk.v2i2.516

Prayogi, R., & Danial, E. (2016). PERGESERAN NILAI-NILAI BUDAYA PADA SUKU BONAI SEBAGAI CIVIC CULTURE DI KECAMATAN BONAI DARUSSALAM KABUPATEN ROKAN HULU PROVINSI RIAU. HUMANIKA. https://doi.org/10.14710/humanika.23.1.61-79

Zuriatina, S. 2020. Pengaruh Pembangunan Kebudayaan terhadap Pembangunan Manusia di Indonesia.  Temali: Jurnal Pembangunan Sosial, VoL. 3 (1): 1-16.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERAGAMAN DAN KESEDERAJATAN: Kita Beragam, Kita Sederajat