ANALISA KASUS PADA ANAK DENGAN KONSEP SOSIALISASI DAN KONSEP KEPRIBADIAN

 ANALISA KASUS PADA ANAK DENGAN KONSEP SOSIALISASI DAN KONSEP KEPRIBADIAN

A.     Ringkasan Kasus:

Berita ini dimuat oleh kaltim.idntimes.com pada Mei 2020. Ringkasan kasus sebagai berikut:

Seorang anak yang baru berumur 15 tahun tega membunuh seorang balita dengan keji dan menyembunyikan jasad korban di dalam lemari pakaian pelaku. Kejadian ini terjadi di Sawah Besar, Jakarta. Pelaku di duga banyak orang mengidap penyakit kejiwaan yang disebut sebagai psikopat, dugaan ini diperkuat dengan adanya bukti ditemukan banyak gambar sadis dan ungkapan kebincian dan frustasi yang dibuat oleh anak tersebut. Hal ini semakin diperparah dengan hobi pelaku yang sennag menonton film anime bergenre sadis dan film horor sadis lainnya. Adanya kelainan ini mungkin disebabkan oleh tarauma yang pernah dialami akibat kekerasan seksual yang pernah diterimanya dari paman pelaku hingga menybabknanya hamil. Atas perbuatannya, NF disangkakan Pasal 338 juncto 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun. Namun karena Nf masih berusia dibawah tahun sehingga NF kini ditangani oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) dan dinas sosial untuk menjamin hal-haknya sebagai seorang anak baik pendidikan maupun psikisnya.

B.      Analisa Kasus dengan Konsep Sosialisasi dan Kepribadian

Menurut pengertiannya sosialisasi merupakan penamaan atau transfer atau aturan dari satu generasi ke generasi lain dalam siatu kelompok. Pada dasarnya sosialisasi memberikan kontribusi fundamental pada kehidupan seseorang. Dampak dari sosialisasi ini diantaranya membuat individu dapat berpartisipasi dalam masyarakat serta melestarikan tradisi yang ada dalam suatu lingkum masyarakat. Peran sosialisasi dapat dijalankan oleh individu atau masyarakat. Sosiologi secara primer dilakukan pada lingkup keluarga sementara secara sekunder dilakukan oleh masyarakat (Anonim, 2012). Sosialisasi atau pengajaran yang diterima seseorang dari lingkungannya sangat mempengaruhi kepribadian yang dimiliki seseorang.

Pada kasus perbuatan anak usia 15 tahun yang tega membunuh balita dapat terlihat bahwa peran sosialisasi di dalam lingkungan keluarganya terganggu. Anggota keluarga khususnya orang tua tidak menjadi lingkungan yang mendukung pembentukan kepribadian anak. Lingkungan yang mendukung pertumbuhan mental anak yang baik adalah lingkungan yang penuh dengan bimbingan, pengertian, dan kasih sayang.  Dalam kasus ini anak tidak mendapat perhatian dan kasih sayang sehingga anak yang masih dalam kondisi labil kebingungan dan berjalan sendiri tanpa arah dan tuntunan. Usia anak-anak cenderung akan menyerap informasi apapun yang diterimanya baik dari orang sekitar maupun konsumsi harian dari film yang biasa ia tonton. Selain minimnya perhatian, lingkungan keluarga pelaku tidak memberi rasa aman dan penyelesaian terhadap masalah yang mungkin dialami pelauku atau bahkan justru keluarga pelaku adalah sumber masalah bagi si anak. Seperti dalam kasus ini dimana anak menjadi korban kekerasan seksual dari pamannya hingga membuat anak tersebut kerap kali menuangkan kekhawatiran emosionalnya dalam gambar dan tulisan namun keluarga sebagai orang terdekat tetap tidak menyadari hal tersebut.

Akibat dari hilangnya peran sosialisasi primer (keluarga) anak tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk karena kehilangan keluarga sebagai panutannya. Hasil dari gagalnya proses sosialisasi dilingkungan keluarga membuat pelaku memiliki kepribadian yang menyimpang hingga mampu berbuat keji. Lantas bagaimana cara memperbaiknya? Pendekatan dengan cara berusaha mendekatkan diri dan mendengar keluh kesah anak agar anak (pelaku) tidak merasa seperti berada pada lingkungan yang asing. Hal ini telah dibuktikan pada kasus tersebut pelaku leboh terbuka pada komanas perlindungan anak dan dinas sosial sehingga dapat menceritakan permasalahan yang dialaminya.

 

Anonim. 2012. SOSIALISASI DAN PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN. URL: http://blog.unnes.ac.id/zakiyatur/wp-content/uploads/sites/98/2015/11/sosialisasi-dan-pembentukan-kepribadian.pdf. Diakses paa 24 Oktober 2020

Harianja, A. J. 2020 Terungkap! Ini Motif Remaja 15 Tahun yang Bunuh Balita di Sawah Besar. URL: Terungkap! Ini Motif Remaja 15 Tahun yang Bunuh Balita di Sawah Besar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KERAGAMAN DAN KESEDERAJATAN: Kita Beragam, Kita Sederajat